Apa yang Dimaksud Bacaan Jahr Dalam Sholat

Apa maksud dari bacaan jahr dalam sholat dan bagaimana hukumnya bagi imam dan makmum.

Doapengasih.com – Bacaan jahr dalam sholat. Dalam pelajaran agama, ceramah, majelis taklim atau pengajian, mungkin pembicara, guru atau kyai menyebut bacaan jahr.

Jahr berkaitan dengan sholat, ada banyak pertanyaan mengenai lafadz jahr dalam sholat, salah satunya adalah maksud atau makna, hukum, hadits dan dalilnya.

Pada kesempatan ini, kita akan sama-sama belajar mengenai bunyi jahr secara lengkap mulai dari definisi, pengertian, penjelasan, hukum, dan sebagainya.

Yang pertama akan kita bahas adalah maksud atau fadhilah bacaan jahr terlebih dahulu, kemudian setelah itu kita akan sama-sama membahas hukumnya.

Maksud Jahr Dalam Sholat

Bacaan jahr dalam sholat adalah teks kata-kata yang dikeraskan pada waktu sholat-sholat tertentu, yakni Subuh, Maghrib dan Isya. Selain itu (sholat dzuhur dan sholat ashar) tidak perlu mengeraskan suara.

Kalimat jahr dalam sholat berjamaah adalah ketika takbiratul ikhram, surat al-fatihah, suratan pendek dalam al-quran, bacaan takbir setiap perpindahan gerakan sholat dan salam pada tahiyat akhir.

Apabila sholat dikerjakan secara berjamaah, maka hanya imam yang membaca dengan suara nyaring, sementara makmum cukup mengamini pada jeda antara bacaan al-fatihah dan surat pendek al-quran.

Namun apabila menunaikan sholat sendiri-sendiri atau munfarid, maka kita dapat bertindak sebagai imam, dalam hal ini adalah mengeraskan suaranya.

Hukum Bacaan Jahr Dalam Sholat

Seorang muslim yang mengerjakan sholat berjamaah hukumnya wajib membaca doa dengan suara yang keras (tidak lirih) pada dua rakaat awal sholat wajib.

Hal tersebut berdasarkan ayat Al-Quran berikut di mana pada ayat ini dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW mengeraskan bacaan sholatnya pada waktu-waktu tertentu (Subuh, Maghrib, Isya).

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً(الأحزاب

Aritnya:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Qs. 33:21)

Sementara itu, bagi yang melaksanakannya sendirian maka hukum membaca lafadz jahr adalah dianjurkan namun tidak wajib. Jadi tidak masalah apabila kita tidak membacanya.

Hal tersebut juga berasal dari salah satu ayat Al-Quran berikut ini.

المنفرد كالإمام في الحاجة إلى الجهر للتدبر، فسنَّ له الجهر كالإمام وأولى؛ لأنه أكثر تدبرًا لقراءته

Artinya:
“Orang yang sholat sendirian seperti imam dalam hal kebutuhan kepada mengeraskan suara untuk tadabbur (merenungi ayat), maka disunnahkan baginya juga mengeraskan bacaan surat seperti imam, bahkan lebih berhak, dikarenakan dia lebih bisa merenungi terhadap apa yang dia baca.” (Al-Majmu’ 3/355)

Akhir Kata

Itulah penjelasan bacaan jahr dalam sholat, yakni bacaan yang dikeraskan dalam sholat. Semoga artikel penjelasan ini membantu untuk menambah wawasan kita semua. Amin.

Baca :

Tinggalkan komentar